Tanggung Jawb Orang Tua terhadap Perlindungan Anak

Bacaan Alkitab

Keluaran 2:1-10,

Mazmur 144:12-15

Tanggal/Warna Liturgy 13 Oktober 2019/ Hijau

Pengantar,

Anak adalah berkat Tuhan bagi setiap keluarga, bahkan harta terindah dalam keluarga. Karena itu setiap pasangan yang baru menikah selalu merindukan kehadiran anak dalam keluarga mereka.

Apabila anak adalah berkat dan harta terindah dalam kelaurga maka anak harus mendapat perhatian dan perlindungan dari orang tua.

Namun dalam kenyataan saat ini, banyak anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian apalagi perlindungan yang seharusnya di berikan oleh orang tua atau orang dewasa. Seperti beberapa kasus yang terjadi :

  • seorang anak yang baru dilahirkan dibuang di tempat sampah
  • anak yang di jual oleh orang tuanya dan dipaksa bekerja dengan cara meminta-minta, karena alasan ekonomi
  • anak mengalami kekerasan atau diperlakukan sewenang-wenang dengan cara dipukul hingga meninggal.

Orang tua adalah figur penting dalam keluarga, secara khusus dalam melindungi mereka dari segala yang jahat dan dalam mewujudakn rencana Allah bagi Anak

Pendalaman Teks.

Dalam Keluaran 2:1-10, kita bisa melihat apa yang dilakukan oleh orang tua Musa kepadanya.

  1. Orang tua Musa bernama Amran dan Yokhebed (Kel.6:19).

Pernikahan Amran dan Yokhebed yang ditulis dalam ayat 1, ini terjadi sebelum perintah Firaun untuk membunuh bayi laki-laki orang Israel dikeluarkan, dengan membuang ke sungai Nil sedangkan jika anak perempuan bolehlah mereka hidup (Kel.1;15-16,22), karena mereka sudah mempunyai dua anak yaitu Miryam dan Harun.  Tetapi kemudian Yokhebed mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki lagi.  Jadi Musa lahir pada saat bangsa Israel berada dalam situasi yang menegangkan. Tentu hal ini mendatangkan pergumulan yang berat bagi orang tua Musa.

  1. Dalam ayat 2 disebutkan hanya Ibu Musa yang menyembunyikan Musa, tiga bulan lamanya, tetapi dalam Ibrani 11:13 dituliskan : ”Karena iman maka Musa, setelah ia lahir disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah Raja”.

Jadi bukan hanya ibu Musa tetapi ayah Musa turut menyembunyikan Musa dan ini dianggap sebagai tindakan iman. Orang tua Musa tidak tinggal diam atau pasrah, mereka berusaha untuk melindungi Musa, anak yang baru dilahirkan.

Karena mereka telah berkotmitmen untuk mempertahankan bayi Musa dan melawan tekanan yang terjadi.

Meskipun mereka menyadari bahwa mereka berada di posisi yan glemah, tidak memiliki kekautan apa-apa, mereka terbatas. Namun dengan segenap kekuatan yang ada mereka menyatakan komitmen mreka dan iman mereka untuk melindungi Musa.  Mereka menyembunyi Musa bukan hanya berdasarkan kasih orang tua kepada anak, tetapi juga karena iman dan takut kepada Allah  daripada  kepada raja/manusia (bdk. Kis.Rasul 4:18-19)

  1. Setelah tiga bulan Musa disembunyikan maka selama itu pula ibu Musa memikirkan cara untuk menyelamatkan atau melindungi bayinya, maka ia membuat perencanaan :
  • mengambil sebuah peti pandan, dipakainya dng gala-gala dan ter dan diletakkannya bayi Musa di dalamnya.
  • ditaruhnya peti itu di tengah-tenah terberau di tepi sungai Nil
  • disuruhnya  kakak perempuan Musa untuk mengawasi dari jauh, untuk melihat apakah yang akan terjadi dengan adiknya Musa.

Tentu bukan kebetulan jika si bayi hanyut dengan melewati tempat puteri Firaun mandi.

Bukan kebetulan pula jika sang putri memutuskan untuk memelihara bayi itu yang adalah bayi orang Israel. Tidak tertulis kekhawatiran dari putri Firaun mengenai perintah sang raja menyangkut bayi laki-laki orang Israel.

Kakak Musa yang kala itu mengikuti perjalanan bayi Musa, adiknya di sungai, langsung mendatangi putrid Firaun untuk mencarikan inang penyusu.  Bagaimana mungkin kakak Musa dapat seberani itu berbicara dengan putrid Firaun? Tenatu sang ibu pegang peranan dalam hal ini, sang ibu melatih kakak Musa untuk berbicara dengan putri Firaun. Sebab si ibu tidak mau kehilangan anak laki-lakinya sehingga ia mempersiapkan kakak si bayi untuk memantau si adik dan kemudian berbicara seperti itu kepada sang putri. Suatu strategi yang cemerlang, demi satu tujuan : menyelamatkan bayinya. Akhirnya harapan si ibu tercapai, bayinya selamat karena putri Firaun mengadopsi persis seeprti harapannya.

  1. Allah memberikan kehormatan kepada orang tua Musa untuk mempersiapkan anaknya dalam menggenapi rencana Allah. Sejalan dengan itu tentu ada tanggung jawab besar dalam mendidik Musa untuk memahamai rencana Allah bagi dirinya dan bangsanya.

Dalam rangkaian peristiwa ini kita melihat Allah yang memakai perempuan untuk memelihara umat-Nya. Dalam mempersiapkan Musa sebagai seorang penyelamat umat Israel, Allah memakai tiga perempuan : Ibu Musa, untuk melahirkan dan merawat; kakak perempuan Musa untuk menyelamatkan; dan putri Firaun, untuk membesarkan dan melatih Musa bagi tujuan-Nya (bdk. Kis.Rasul 7:20-22).

Saudara yang dikasihi Tuhan,   

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Raja Daud (Maz.144), ia tidak hanya memohon  untuk pertolongan Tuhan atas bangsanya dan sekaligus agar memberkati bangsanya, ttp juga doa berkat yang diucapkan  raja Daud ditujukan untuk generasi selanjutnya yaitu anak laki-laki dan anak perempuan. Doa Daud agar anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana.

Aplikasi

Apa yang dilakukan oleh orang tua Musa menjadi contoh bagi Keluarga  Kristen masa kini, khususnya para orang tua untuk menyadari betapa pentingnya peran yang diberikan Tuhan kepada mereka. Peran itu harus dijalankan dengan serius dan peka terhadap tuntunan Tuhan, serta dengan mengandalkan kekuatan yang dari Tuhan. Tetapi factor kesibukan orang tua seringkali membuat kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anak.

Anak-anak bukan hanya dirawat dan dipenuhi kebutuhannya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara fisik dan intelektual tetapi juga bertumbuh dan berkembang menjadi anak yang dewasa dalam iman kepada Tuhan.

Karena itu peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan iman anak-anak karena di sekitar kehidupan keluarga kita  terdapat banyak hal yang dapat menjadi godaan dan pencobaan yang menggeser iman mereka. 

Orang tua tidak cukup hanya berdoa bagi anak2 tetapi juga harus memberikan perhatian dan waktu kepada anak-anak, waktu  untuk berdoa bersama, belajar firman Tuhan bersama, beribadah bersama, bermain bersama, rekreasi bersama.

Sehingga anak-anak merasa nyaman karena orang tua mereka selalu memperhatikan dan melindungi mereka, bukan hanya melindungi dari kejahatan yang ada di sekitar mereka tetapi juga melindungi dari kuasa jahat dengan melengkapi mereka secara rohani.  Amen. (VL