Betapa Ku Cintai Firman-Mu

Bacaan Alkitab Mazmur 1:1-7
Tanggal/Warna Liturgy 1 September 2019/Hijau

 

Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,

Orang benar dan orang fasik adalah dua sifat manusia yang tidak bisa disekutukan, keduanya sangat bertentangan. Yang satu mengarah kepada hidup kekal dan yang satu mengarah kepada kebinasaan.  Orang benar adalah sekutu Tuhan dan orang fasik adalah sekutu iblis. Orang benar suka Taurat Tuhan, sementara orang fasik membenci (menolak) Taurat Tuhan.   Kehendak Tuhan terdapat dalam Taurat-Nya, dan di dalam Taurat itu tersimpan jaminan kehidupan sehingga mereka yang hidup dalam Taurat Tuhan akan mendapat hidup.  Taurat dalam bahasa Ibrani, “Torah” yang berarti pengajaran. Allah telah memanggil dan telah memilih umat-Nya untuk hidup kudus, karena itu sekaligus diberikan Taurat untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kekudusan hidup. Taurat adalah undang-undang atau sistem peraturan yang didalamnya dinyatakan ketetapan-ketetapan Allah untuk ditaati oleh seluruh umatnya.  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk  dalam kumpulan pencemooh (ay.1), merupakan peringatan bagi setiap umat Tuhan untuk diwaspadai.

Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,  Ada banyak orang fasik, jalan orang berdosa selalu terbentang disekitar kita, perkumpulan para pencemooh ada dimana-mana. Nasihat orang fasik penuh rayuan manis tetapi sarat dengan kepalsuan. Jalan orang berdosa terlihat mulus dan menjanjikan tetapi menuju malapetaka, kumpulan pencemooh adalah kelompok pengolo-olok dan penfitnah.  Rancangan-rancangan kefasikan merupakan ancaman bagi kehidupan umat Tuhan yang harus dicermati, ia selalu mengintai dan bahkan berada ditengah-tengah persekutuan. Tidak bisa disangkal bahwa bentuk-bentuk kefasikan mempunyai banyak cara untuk menyatakan rancangannya. Ia dapat saja mengambil alih peran yang diperankan oleh umat Tuhan sehingga sulit sekali untuk dibedakan mana yang benar menurut Taurat dan mana yang tidak.  Dan salah satu fungsi Taurat Tuhan adalah untuk menjadi alat pegunji terhadap segala ajaran, tetapi Taurat Tuhan  tidak dapat berfungsi secara otomatis dalam kehidupan umat Tuhan tanpa ia gali untuk dipahami dan diberlakukan secara benar.

Pemazmur sangat yakin bahwa jaminan kehidupan terdapat dalam kesukaan terhadap taurat Tuhan dan perenungannya terus menerus dalam kehidupan (siang dan malam). Mereka yang mencintai Taurat Tuhan dan menjadikan hidupnya berakar dalam taurat itu, digambarkan seperti pohon yang bertumbuh di tepi aliran air, ia akan selalu sejuk, tidak layu, bertumbuh dengan subur dan akan menghasilkan buah, bahkan setiap apa yang dibuatnya selalu berhasil, ia pun dapat mempertahankan kebenaran dalam setiap pembelaan perkara.  Karena dari Firman Tuhan kita memperoleh pedoman untuk hidup yang benar. Jika kita mengikuti petunjuk-petunjuk Firman Tuhan maka berbagai pergumulan hidup akan teratasi dan ketika kita bersukacita Firman Tuhan menyatakan kepada kita bagaimana bersukacita dengan benar.

Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan, orang fasik digambarkan seperti sekam, ia sangat gampang dihembuskan angin  entah kemana, tidak dapat bertahan dalam penghakiman Allah, serta tidak mendapat tempat dalam persekutuan orang benar. Dalam khotbah di bukit  (Mat.5:19) Yesus menegaskan bahwa siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan  dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat , ia akan menduduki tempat yang  tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Taurat adalah anugerah Allah sekaligus tuntutan perjanjian Allah. Allah berada dibalik Taurat-Nya sehingga mengabaikan Taurat Tuhan sama dengan mengabaikan Dia sebagai sumber hidup, dan siapa yang mengabaikan taurat akan kehilangan hidup yang sesungguhnya.  Taurat diberikan Tuhan bukan untuk menjadi beban, tetapi justru diberikan untuk menjadi respon terhadap anugerah dan penebusan Allah. Bagi Orang Israel kuno, taurat diterima sebagai anugerah, sebagai kesukaan, karena mereka memahami bahwa justru karena taurat itu mereka mempunyai hubungan dengan Allah. (Bnd Maz.19 dan 119).

Di dalam Kristus sebagai Firman Allah yang hidup dan sebagai kegenapan hukum Taurat, hubungan manusia dengan Allah telah dipulihkan. Kehidupan kekal yang dijanjikan dalam taurat Tuhan telah digenapi di dalam Kristus sehingga barang siapa  yang hidup di dalam Firman yang hidup itu (Kristus) ia akan memiliki hidup  yang kekal, dan bahkan dari padanya akan mengalir aliran-aliran hidup (Yoh. 7:38). Amin. (A)